Alhamdulillah Jamaah Tarawih Full Capacity 100% Walaupun Atap Masih 60%

Alhamdulillah Jamaah Tarawih Full Capacity 100% Walaupun Atap Masih 60%, Semoga Setelah Lebaran bisa Cor Dag Lantai 2, Aamiin...

Bangunan Luar Al Ukhuwah (19.09.2017)

Rencana Tampak luar bangunan Masjid Al Ukhuwah update tanggal 19.09.2017

Bangunan Luar Al Ukhuwah (04.01.2018)

Rencana Tampak luar bangunan Masjid Al Ukhuwah update tanggal (04.01.2018)

Bangunan Tengah Dalam Al Ukhuwah (04.01.2018)

Rencana Tampak tengah dalam bangunan Masjid Al Ukhuwah update tanggal (04.01.2018)

Murottal dan Terjemah Al Quran Online

Dengarkan Bacaan Al Quran dan Terjemahan ini bikin hati Ayem Suasana Tentrem

Jumat, 11 Januari 2019

AKIBAT RAJIN SHALAT SUBUH BERJAMAAH DIMASJID SETIAP HARI


Masih Suka Shalat Subuh Di Masjid ?
Berikut Ini Kisah Nyata Para Manusia Yg Sudah Merasakan Akibatnya Karena Selalu Rajin Shalat Subuh Di Masjid.
Semoga Anda Bisa Mengambil Pelajaran .....

Diambil Dari Buku "Kembali Ke Titik Nol" Halaman 27 - 29, Karya Mas Saptuari

Saya tanya, kita jawab bareng-bareng:
+ Siapa yang memberi kita rejeki, Allah atau konsumen kita?
"Allah.."

+ Yakin? Bener yakin Allah yang Maha Kaya? Allah Maha Pemberi Rezeki?
"Yakiiiinn... Seyakin-yakinnya!"

+ tadi pagi subuhan jam berapa? Subuhan dimana? Jamaah atau enggak?
"Tiba-tiba hening..."

Pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”
(HR. Muslim725).

Bahasa singkat namun tersirat, dua rakaat sebelum shalat subuh nilainya lebih baik dari dunia dan isinya. Orang yang bisa melakukan ini bener-bener kaya raya!!

Sebuah pesan lagi, orang yang sholat subuh berjamaah di masjid seolah-olah dia sudah sholat sepanjang malam...

Bayangkan ketika hari masih gelap, dingiiin, orang-orang ini rela ke masjid lebih dahulu, sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, pertanda dia datang lebih dulu.

Ketika Allah Yang Maha Pemilik Rezeki memanggil di pagi hari, dia berangkat menyambutnya... "ini dia Tuhanku, yang memberiku hidup hari ini, yang menjamin rejekiku hari ini.. Subuh ini kuratakan kepalaku dengan tanah hanya menyembahMu"

Tahun 2008, ada finalis Wirausaha Muda Mandiri menyapa saya di JCC senayan. Mengenalkan namanya Denni Delyandri, pengusaha muda cake pisang Villa dari Batam.

Akhirnya kami bersahabat. Beberapa kali saya ke Batam, begitu juga Denni ke Jogja. Di awal usaha dulu hanya naik motor menjual kue pisang yang dibuat oleh Selvi istrinya. Dari rumah kontrakan mereka membangun bisnisnya.

Jatuh bangun dijalani, susah payah dihadapi, sekarang bisnisnya merajalela dimana-mana. Cabang banyak di berbagai kota, dengan brand berbeda-beda, sebagai cake oleh-oleh dari masing-masing kota.

Di Batam, Padang, Aceh, Pekanbaru, Balikpapan, terakhir dia membuat strudel di kota Malang yang langsung melejit laris manis.

Yang saya tau dari sosok sukses ini ketika saya menginap di rumahnya di Batam, dia tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah di Masjid.

Bahkan ketika waktu subuh, masjid yang lokasinya jauh dari komplek rumahnya pun selalu disambangi. Naik mobil, diajaklah Fathan anak lelakinya ikut ke masjid, rutin tiap hari.

"Kamu tiap subuh gini sudah manasin mobil Den? Ke masjid jauh disana?"
"Alhamdulillah.. Sudah rutin beberapa tahun ini Sap, karena gak ada masjid di dekat sini, ya harus pakai mobil ke luar sana"

Masya Allah.. Hebatnya dia melawan kemalasan, berapa banyak yang rumahnya dekat masjid, bahkan tinggal melangkah ketika subuh pun berat menyambut panggilan Allah.

Tidak heran ketika dunia seisinya menjadi tidak berharga, Allah memudahkan rejekinya. Sekali waktu saya ke Batam lagi, dia sudah menjemput dengan BMW seri terbaru miliknya..

Di lain waktu, Ustadz Yusuf Mansur bercerita di satu ceramah,
"Saya kalo di Jogja nginep di rumah Mas Jodi rasanya adem dan seneng aja..

Kalo subuh mas Jodi, Mbak Aniek, dan anak-anaknya berangkat barengan ke masjid. Hari masih gelap, orang masih banyak nyaman berselimut, mereka sudah bersama-sama menyambut panggilan Allah.. Merapat ke masjid. Seneng bener ngelihatnya"

Bener kata Nabi, dunia dan seisinya gak ada harganya, mudah bagi Allah menjadikan mas Jodi sukses dengan jaringan Waroeng Steak and Shake-nya yang rame dimana-mana.. lah tiap subuh sudah menyambut Dia Yang Maha Kaya.

Rumah saya kebetulan di bagian depan perumahan, suara gerbang yang dibuka di malam hari kadang terdengar.

Sekali waktu sebelum waktu subuh gerbang dibuka, sudah ada lelaki naik motor yang membukanya, lengkap dengan baju koko, sarung dan pecinya... Aaah dia pak Fulan, pemilik dealer mobil terbesar di daerah sini.. Rajinnya dia subuhan di masjid, bahkan ketika azan belum berkumandang, dia sudah berangkat duluan.

Lain waktu saya sering melihat mas Arul dan istrinya berjalan ke masjid, kadang boncengan motor dengan mesranya di subuh buta.

Juragan tempe yang punya sales hingga 30 orang lebih. Konsisten tiap pagi menyambut Yang Maha Pemberi Rezeki.

Dan pesan Kanjeng Nabi benar adanya.. Dunia dan seisinya gak ada harganya, ketika Allah sudah ridho gampang bagi Allah memberi rejeki yang berkelimpahan bagi hamba-hambanya yang percaya..

Ketika minggu lalu dia lewat depan rumah menyapa, plat putih masih menempel di mobil Pajero Sport yang baru dibelinya..

Lain hari..
Lelaki itu berjalan dalam gelap sendirian dari rumahnya menuju masjid yang berjarak 200 meter, saya pernah beberapa kali memboncengkannya. Namanya Pak Pri, GM area maskapai penerbangan terbaik di negeri ini..

Adzan subuh menggema menembus kabut dan embun pagi, panggilan Illahi yang menyapa semua makhluk, termasuk semua binatang di kanan kiri sawah ini.

Suara parau seorang muadzin tua, yang setiap pagi naik sepeda karatan menjemput rejekinya, dialah yang mewakafkah tanah yang sekarang menjadi masjid yang dipenuhi jamaah itu..
Dialah orang kaya yang sesungguhnya, sudah lebih dulu membangun rumahnya nanti di surga.

Sungguh saya iri kepada para pemburu subuh..

Orang-orang yang bergegas ketika Tuhannya memanggil....

Memilih meratakan jidatnya ke bumi menyembah Yang Maha Pemilik Rejeki.....

Meninggalkan jauuuuh orang-orang yang selalu terlambat, sholat subuh terburu-buru ketika matahari sudah terang benderang menggeliat....

Masih Punya Alasan Untuk Meninggalkan Shalat Subuh Berjamaah Dimasjid ?

Semoga Bermanfaat

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda:
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”
(HR. Muslim no. 1893)

Yuk subuhan di masjid😁


Sumber:
Ust. Makrus
Buku "Kembali Ke Titik Nol" Halaman 27 - 29, Karya Mas Saptuari

Share:

Jumat, 04 Januari 2019

Karena Aset Masjid yg Sebenarnya adalah Jamaah


Dalam terapan manajemen modern, setiap perusahaan dituntut untuk mendefinisikan apa asset terbaik mereka. Apa asset utama organisasi mereka.

Penentuan ini jadi sangat penting, karena pada assetlah semua energi organisasi tercurah.

Mari kita menyimak masjid kita hari ini. Apa asset masjid sebenarnya? Apa yang sangat diperhatikan oleh DKM? Kemanakah perhatian dan energi DKM tertuju?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, ijinkan Saya membangun analogi sederhana pada paparan dibawah ini.

***

Kita semua tahu perusahaan GoJeg. Perusahaan ini mendigitalkan moda transportasi tradisional ojeg kedalam sebuah aplikasi smartphone. Anda bisa memesan ojeg dari HP Anda, jelas tarifnya, jelas rider nya, jelas jaraknya, bahkan Anda bisa memberikan penilaian pada pengendara.

Lalu mari kita simak, apa sebenarnya yang menjadi asset utama Gojeg? Motornya punya mitra. Pengendaranya juga bukan karyawan, mitra. Mereka tidak punya motor dan bengkel sama sekali. Lalu apa asset utama mereka?

Inilah yang kita tidak sadari, *asset utama GoJeg adalah pengguna GoJeg itu sendiri.* itulah asset utama mereka.

Setelah jutaan orang menggunakan GoJeg, perusahaan ini lalu berkembang melayani apapun yang dibutuhkan user. Lahirlah Go Food untuk pesan antar makanan, Go Massage untuk pesan pijat, Go Clean untuk bersih-bersih rumah, dan masih banyak lagi. mungkin akan hadir ratusan layanan pada suatu masa nanti, dari perusahaan ini.

Pada kebutuhan pembayaran pun, lahirlah GoPay. Hal ini akhirnya membuat perbankan ketar-ketir, karena GoPay bisa mendisrupsi perbankan sebagai terobosan fintech.

Intinya sederhana : di benak organisasi GoJeg, asset utama bisnis adalah user. Karena dpada marketlah uang berada. GoJeg sangat faham dimana letak usernya, usianya, karakteristiknya, pola perilakunya. Jika Anda sudah memiliki pasar yang begitu detail datanya, Anda bisa berjualan apa saja kepada mereka. Itulah asset bagi mereka.

***

Wardah pernah mengalami kebakaran pabrik. Bu Nur bercerita kepada kami. Habis semua. Tak bersisa. Tak disangka, dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, pabrik kembali tegak berdiri lagi. Bukan karena kuatnya modal, tetapi karena dukungan dari supplier.

Supplier mendorong Wardah untuk bangkit. Bahan baku kembali di supply. Pembayaran dipermudah. Semua bisa jalan baik. Mengapa? Karena Wardah memiliki asset utama yang tidak ikut terbakar : pelanggan.

Sebuah perusahaan yang memiliki pelanggan, bisa sangat mudah untuk bangkit, walau harus kehilangan pabrik, karena potensi cashflow ada pada market. Pabrik boleh terbakar, tetapi selama Brand dan Market masih eksis, dukungan vendor dan supplier adalah sebuah keniscayaan.

Berbeda jika yang "terbakar" adalah market. Pelanggan pergi. Market tidak lagi percaya pada Anda. Walau pabrik Anda tegak kokoh, disitulah kebakaran sebenarnya. Percuma. Produk Anda susah terjual.

***

Kembali ke Masjid. Apakah asset utama masjid adalah sound system? Sehingga seluruh energi DKM habis menjaga sound system. Apakah asset utama masjid adalah karpet tebal yang baru dibeli? Sehingga kegiatan di dalam ruang masjid tidak boleb terlalu banyak, sayang akan karpetnya. Lalu apa asset sebenarnya?

Merujuk pada paparan diatas, kita akhirnya sadar bahwa asset utama masjid adalah JAMAAH itu sendiri. Jamaahlah asset utama masjid. Dan inilah yang harus menjadi budaya pada sebuah masjid : Jamaah Focus Based, masjid yang berfokus melayani jamaah.

Masjid bisa saja kehilangan sound system, tetapi selama jamaah masih ada, dalam hitungan hari sound system bisa kembali. Masjid bisa saja mengalami kerusakan pada karpet, selama masjid punya jamaah loyal yang solid, karpet bisa diganti.

Maka di titik inilah sebuah masjid harus merevolusi pemikirannya. Para DKM harus menggeser pemahamannya terhadap jamaah.

Masjid yang meyakini jamaah sebagai asset utama, akan sangat menghargai jamaah yang hadir ke masjid.

Ibadah ritual akan dipastikan nyaman.

Parkiran difikirkan.

Thaharah dipersiapkan baik.

Ruang ibadah utama sejuk.

Program ta'lim dan edukasi dihadirkan sesuai dengan kebutuhan jamaah, bukan asal silabus.

Wahana untuk anak muslim difikirkan, karena mereka adalah generasi jamaah berikutnya.

Program untuk anak muda muslim dibuat serius, karena inilah potensi besar jamaah.

Dan banyak hal lainnya.

Pada akhirnya, ketika sebuah masjid benar-benar mengelola dengan baik jamaah sebagai asset utama, insyaAllah kebangkitan diin ini akan segera tiba.


Sumber:
Risalah Masjid Cahaya
Oleh : Rendy Saputra
Rabu, 2 Januari 2019

Share:

Subscribe dan Follow Kami

Dapatkan Update Terbaru Masjid Al Ukhuwah ke Email Anda,
1. masukkan Alamat Email Anda pada form dibawah ini
2. lalu klik link konfirmasi yg masuk di email Anda:


Like Fanspage kami di Facebook, klik tombol Suka dibawah ini: Beritahukan ke teman Anda, Klik LIKE dan SHARE:
Facebook  Instagram Telegram

Ikuti Via Email

Dapatkan Update Terbaru Kami ke Email Anda,
masukkan Alamat Email lalu klik link konfirmasi yg terkirim ke email Anda:

Like, Share, & Comment