Rabu, 30 Oktober 2019

ISTRI SHOLEHA INGIN BEKERJA MEMBANTU SUAMI


Istri: "Abi, Aku mau kerja!”
Suami: “Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya”

Istri: “Itu, tetangga kita, dia kerja!”
Suami: “Hehe …, Dia itu guru sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abi dan anak kita. Di rumah saja, yaa !”

Istri: “Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”
Suami: “Nanti, tunggu Abi meninggal dunia.”

Istri: “Apa-apaan sih?”
Suami: “Dia itu janda sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”

Istri: “Tapi kebutuhan kita makin banyak, Abi”
Suami: “Kan Abi masih kerja, Abi masih sehat & masih kuat. Akan Abi usahakan, Insyaa Allah.”

Istri: “Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abi untuk saat ini tidaklah cukup.”
Suami: “Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih.

Istri: "Kok begitu Abi, maksudnya ?"
Suami: Mengapa Abi bilang begitu ? Karena Allah pasti mencukupi. Takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir ! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abi ada ide ! Tapi Abi mau tanya dulu.”

Istri: “Apa Abi?”
Suami: “Apa alasan paling mendasar yang membuat kamu ingin bekerja ?”

Istri: “Ya untuk memperbaiki perekonomian kita Abi. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
Suami: “Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi, bubur ayam misalnya .. Atau, bisnis Online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana ? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, Insyaa Allah. Keren kan ?
Tidak harus keluar rumah. Kalau memang hasilnya belum lebih, Tenang, masih ada solusi !!”

Istri: “Apa ?”
Suami: “Bukankah ada yang lima waktu ? Bukankah ada Tahajud ? Bukankah ada Dhuha ? Bukankah ada sedekah ? Bukankah ada puasa ? Bukankah ada amalan-amalan sholeh lainnya ? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”

Istri: “Iya Abi, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
Suami: “Kita ini partner sayang. Abi-lah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu (istriku) cukup itu. Insyaa Allah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”

Istri: “Tapi Abi ?!”
Suami: “Abi tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah ?”

Istri: “Aku ingin kita hidup Kaya dan Berkah.”
Suami: “Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. Insyaa Allah kaya dan berkah.”

Istri: “Kalau tidak kaya ?”
Suami: “Kan masih berkah ? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu ?”

Istri: “Apa itu Abi ?
Suami: “Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka & mau. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia."

_________________________________________________
Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda,

“Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia di undang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintu mana yang ia suka (sesuai pilihannya),”
(HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah”
[H.R. Muslim]

Berusaha Menjadi Istri Sholehah Untuk Abi yaa ...


Share:

Senin, 28 Oktober 2019

Fokus Saja Pada Diri Sendiri, Bukan Orang Lain

Fokus Saja Pada Diri Sendiri, Bukan Orang Lain


Sumber foto: https://tebuireng.online/kontrol-prilaku-dengan-introspeksi-diri/
Ada seorang anak yang setiap hari rajin sholat ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya,
Anak: "Yah mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi"
Ayah: "Lho kenapa?" sahut sang ayah.
Anak: "Karena di masjid saya menemukan orang² yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain".
Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata, 
Ayah: "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terserah kamu".
Anak: "Apa itu?"
Ayah: "Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah".
Si anak pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati², hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.
Sesampai di rumah sang ayah bertanya,
Ayah: "Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?",
Anak: "Sudah".
Ayah: "Apakah ada yang tumpah?"
Anak: "Tidak".
Ayah: "Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?".
Anak: "Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini", jawab si anak.
Ayah: "Apakah di masjid tadi ada orang² yang membicarakan kejelekan orang lain?", tanya sang ayah lagi.
Anak: "Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas".
Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, 
Ayah: "Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu".
Marilah kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Aamiin 

Share:

Subscribe dan Follow Kami

Dapatkan Update Terbaru Masjid Al Ukhuwah ke Email Anda,
1. masukkan Alamat Email Anda pada form dibawah ini
2. lalu klik link konfirmasi yg masuk di email Anda:


Like Fanspage kami di Facebook, klik tombol Suka dibawah ini: Beritahukan ke teman Anda, Klik LIKE dan SHARE:
Facebook  Instagram Telegram Website

Ikuti Via Email

Dapatkan Update Terbaru Kami ke Email Anda,
masukkan Alamat Email lalu klik link konfirmasi yg terkirim ke email Anda:

Like, Share, & Comment